Blogging · Februari 25, 2022

Pengalaman Partnership BaBe: Penghasilan, Pembayaran dan Untung-Rugi

Pengalaman Kerjasama jadi Media Partner BaBe

Yabdhi.com Pengalaman Partnership BaBe sebagai pemilik blog – Pada 17 Januari 2018, saya menerima email dari BaBe Partnership yang menawarkan kerjasama dengan gaya agak memaksa, untuk menjadikan blog otomotif saya ‘CaruserMagz.com‘ sebagai Media Partner BaBe.

Isi email tersebut memperkenalkan Aplikasi BaBe (Baca-Berita) sebagai Top-3 News Agregator di Indonesia. Namun sekaligus mengabarkan bahwa mereka telah mulai menyedot feed artikel di blog saya tanpa izin sebelumnya.

Pada email tersebut, diberikan 2 tombol pilihan, yaitu YA, LANJUT jika menyetujui kerjasama menjadi Media Partner BaBe dan tombol bertuliskan TIDAK jika tidak ingin melanjutkan.

Jadi bagi blogger yang mungkin tidak ngeh dan mengabaikan email tersebut, Aplikasi BaBe terus menyedot artikel hingga sang blogger menyadarinya.

Saya sendiri menyadari itu awalnya bukan dari email tersebut, tapi tiba-tiba trafik blog meningkat tajam yang bahkan membuat blog saya crashed karena hosting saya yang kecil tak sanggup menampung trafik ribuan dari Aplikasi BaBe.

Saya coba cari kabar terkait kerjasama BaBe ini. Kemudian menemukan banyak sekali blogger dan vlogger besar yang ngamuk-ngamuk karena merasa artikel atau video YouTube-nya telah dicuri oleh Aplikasi BaBe. Namun semuanya berakhir damai, dengan permohonan maaf dan ditariknya semua konten blogger tersebut dari Aplikasi BaBe.

Pengalaman Partnership BaBe
Pengalaman Partnership BaBe

Trying to Think Positively

Membuka aplikasi BaBe, saya lihat ada banyak media besar yang menjadi partner BaBe, misalnya Liputan6, Kumparan, Suara, Gridoto, Otomotifnet, VivaNews dan lain sebagainya yang merupakan media reputable.

Artinya, it’s a complement bahwa kualitas konten di blog saya sudah dianggap layak dan sejajar dengan media-media tersebut. So, why not untuk dicoba, toh jika pun nanti tidak sesuai harapan, maka bisa menghentikan kerjasama.

Lagipula, ada sharing revenue yang dijanjikan dan ada peningkatan trafik signifikan yang akan membuat blog saya lebih terkenal.

Then, saya putuskan untuk menekan tombol ‘YA, LANJUTKAN’ pada email dari tim Partnership BaBe. Kemudian diskusi berlanjut, perjanjian kontrak dibuat, dan saya diberi akses ke sebuah dashboard untuk memantau kinerja artikel dan revenue iklan.

Untuk menampung trafik dari BaBe yang kadang menggila, saya menambah kapasitas hosting dengan biaya 6 kali lipat dari biaya hosting tahunan sebelumnya.

Pembagian Revenue Iklan

BaBe Partnership menawarkan 2 pilihan kontrak, yaitu kontrak per tahun dan akan diperpanjang otomatis jika partner tidak menyatakan berhenti atau mengganti kontrak tak berbatas waktu.

Perbedaan kontrak per tahun dan kontrak tak berbatas waktu tersebut adalah pada besaran pembagian revenue iklan.

Dimana revenu sharing kontrak per tahun adalah 50:50, artinya revenue iklan dibagi rata. Sedangkan kontrak tak berbatas waktu 80:20, dimana media partner atau publisher mendapat 80% dari revenue.

Awalnya saya memilih kontrak setahun, karena masih coba-coba. Setelah saya llihat, ternyata revenue iklannya lumayan besar per harinya, namun karena dibagi 50:50 tetaplah tidak besar.

Melihat kondisi tersebut, saya merubah jenis kontrak ke pembagian 80:20 agar mendapat sharing revenue yang lebih besar.

Namun, setelah mengganti jenis kontrak dan dikonfirmasi oleh Admin BaBe Partnership, revenue iklan langsung drop sangat drastis hingga kecil sekali, hanya ratusan rupiah per harinya.

Ternyata BaBe lebih memprioritaskan iklan yang mahal untuk kontrak yang mereka mendapat sharing lebih besar.

Paid-out Limit

Batas penghasilan total untuk bisa menagih pembayaran dari BaBe Partnership adalah Rp 1 juta dalam bentuk pendapatan total sebelum dibagi sesuai rumus revenue-sharing.

Sebagai media partner, kita bisa melihat penghasilan total tersebut dari dashboard yang disediakan BaBe.

Cara Penagihan dan Pembayaran

Jika melihat penghasilan total di dashboard sudah mencapai 1 juta, kita bisa mulai memproses pengajuan pembayaran. Namun data pada Dashboard partner tidak dianggap valid oleh BaBe, karena harus berdasarkan data mereka.

Jadi urutan untuk memproses pembayaran adalah sebagai berikut:

  • Meminta resume revenue iklan melalui email ke Admin BaBe Partnership
  • Setelah mendapatkan resume yang disebut ‘BA Report’, kita harus membuat tagihan tertulis
  • Kirim tagihan dalam bentuk file PDF dan ditandatangani, melalui email
  • Setelah tagihan diterima dan dinyatakan benar, baru diproses oleh Finance BaBe

Pembayaran akan dilaksanakan 30 hari setelah tagihan dinyatakan diterima, sesuai payment term BaBe. Jadi proses pembayaran ini cukup lama dan harus dilalui dengan kesabaran.

Seberapa Besar Penghasilan Media Partner BaBe?

Seberapa besar pendapatan dari BaBe tergantung dari sebanyak apa artikel kita mendapat trafik dan klik pada iklan. Pada tahun pertama, revenue blog saya di BaBe lumayan memberi harapan cerah.

Apalagi di bulan Desember 2018, revenue-nya sekitar 5 – 80 ribuan per hari dan rata-ratanya Rp 13 ribuan per hari. Itulah revenue tertinggi selama bekerjasama dengan BaBe. Total revenue pada Desember 2018 tersebut adalah Rp. 409.557 dari 66.132 impresi dan 1.020 klik pada iklan seperti yang tertulis di Dashboard.

Satu tahun lebih setelahnya saya baru tahu dari laporan resmi revenue BaBe, bahwa penghasilan total tersebut adalah Rp. 409.623 pada Desember 2018, cukup mendekati.

Namun sejak 2019 hingga awal 2021, revenue blog saya di BaBe sangat menyedihkan. Bahkan pada dashboard banyak bolong-bolong, tidak semua revenue per hari tertampil di dashboard.

Bahkan pada September 2019, hanya ada laporan untuk 3 hari dari seharusnya 30 hari. Revenue yang tertera di dashboard hanya Rp 22,17. Kemudian Oktober hanya dilaporkan 5 hari dari seharusnya 31 hari, dengan total revenue hanya Rp. 5.100,76. Kondisi itu terus berlanjut makin parah hingga 2020, 2021 hingga awal 2022.

Ada terlalu banyak kekacauan pada sistem pelaporan revenue BaBe Partnership. Laporan di dashboard bolong-bolong dan revenue-nya menyedihkan dan sama sekali tidak transparan.

Namun mungkin akan berbeda pada media mainstream yang menjadi partner BaBe, karena trafik mereka yang sangat besar dan mereka memiliki resources untuk mendapatkan berita tersegar setiap saat. Mungkin akan ada prioritas dari BaBe untuk partner dari media mainstream dengan menayangkan iklan dengan harga CPC lebih mahal.

Paid out Pertama – Setelah Berapa Lama?

Saya mengajukan permintaan pembayaran pertama pada 3 Juli 2020, artinya setelah 2,5 tahun sejak awal kerjasama. Berdasarkan rekaman pendapatan dari Dashboard, saya mencatat total revenue sebesar Rp 1.328.651.

Sehingga berdasarkan rumusan pembagian revenue bahwa selama 2018 dibagi 50:50 dan setelahnya 80:20, maka hitungan saya, saya akan mendapatkan Rp 801.338, dan BaBe mendapat Rp 527.313.

Berikut file resume blog saya, termasuk trafik dan impresi iklan dan revenue-nya:

Namun rekap saya tersebut tidak dianggap valid, dan BaBe Partnership berjanji mengirimkan resume versi mereka. Lalu pada 13 Juli 2020, laporan itu dikirim oleh BaBe.

BA Report BaBe Partnership 2018 - 2020 - CaruserMagz
BA Report BaBe Partnership 2018 – 2020 – CaruserMagz

Ternyata BaBe cukup berbaik hati untuk menetapkan pembagian 80:20 untuk semua revenue, walau saya pikir untuk revenue 2018 akan diberlakukan sharing 50:50.

Total penghasilan yang ada di laporan resmi BaBe lebih besar dari laporan dashboard, yaitu Rp 1.430.193. Sehingga saya mendapat sharing Rp 1.144.154 dan BaBe Rp 286.039.

Artinya laporan di dashboard memang tidak valid, ada selisih sebesar Rp 101.542 dibanding laporan revenue resmi dari BaBe.

Namun dengan laporan revenue yang bolong-bolong pada banyak bulan, saya sebenarnya tidak bisa mengetahui dan menjamin integritas dari kedua laporan tersebut. Thinking positively, semoga saja selisihnya memang 100 ribuan itu saja.

Resume Revenue BaBe Partnership 2018 - 2020 - CaruserMagz
Resume Revenue BaBe Partnership 2018 – 2020 – CaruserMagz

Karena ternyata BA Report dari BaBe lebih besar dari revenue yang tertera di dashboard, maka saya memutuskan untuk tidak mengkritisi report tersebut dan menerimanya. Saya mengirim tagihan sesuai BA Report tersebut kemudian, 30 hari kemudian di bayar oleh BaBe Partnership.

Keuntungan Jadi Partner BaBe

Dari pengalaman kerjasama BaBe partnership, beberapa hal dapat saya simpulkan sebagai keuntungan dari menjadi partner BaBe, yaitu sebagai berikut:

  • Trafik tinggi seketika – Dengan News Agregator seperti BaBe, artikel yang baru dirilis bisa mendapat hit langsung ribuan dalam waktu sekejap. Karena adanya fitur notifikasi ke para pengguna Aplikasi BaBe. Ini menyenangkan untuk dilihat sebagai statistik trafik blog.
  • Blog jadi mudah terkenal – karena jangkauan notifikasi pada para pengguna BaBe yang luas, trafik dengan mudah bisa didapat. Apalagi jika banyak yang berkomentar pada artikel tersebut, maka akan cukup lama artikel tersebut mendapat trafik yang banyak, bisa berhari-hari.
  • Mendapat Penghasilan Tambahan – Tentu sedikit banyak ada tambahan penghasilan dari revenue sharing iklan yang ditayangkan Aplikasi BaBe pada artikel kita yang di sedot BaBe. Terlepas dari dampak trafik BaBe pada faktor-faktor lain.

Kerugian bagi Blogger jadi Media Partner BaBe

Pengalaman kerjasama BaBe partnership ini juga memberi saya kesimpulan mengenai kerugian atau dampak negatif-nya terhadap blog, serta cost vs revenue secara keseluruhan, yaitu sebagai berikut:

  • Bounce Rate Meroket – Karena trafik yang besar, dan semuanya jadi bounce-rate maka reputasi blog kita di mata Google Analytics menjadi buruk. Bounce rate tinggi karena semua internal link di artikel kita dieliminasi oleh aplikasi BaBe, sehingga tidak mungkin ada klik kedua yang dihitung ke blog kita dari setiap hit.
  • Kualitas Trafik yang Buruk – Trafik dari aplikasi BaBe memang besar, tapi kualitasnya buruk bagi blog, karena hampir semuanya menjadi bounce-rate, yang umumnya dimaknai oleh mesin pencari sebagai konten yang tidak berkualitas.
  • Trafik membebani hosting hingga sering crashed – yang saya alami, walau sudah meningkatkan kapasitas hosting tetap tidak mampu menampung trafik dari BaBe. Dalam waktu yang sama, bisa ada ratusan hingga ribuan orang mengakses artikel yang sama, sehingga server menjerit dan error 500, 503, 505 dan lain sebagainya. Hal ini sangat merugikan karena trafik organik dari Google Search ikut terganggu, yang padahal itulah sumber trafik yang jauh lebih berkualitas untuk revenue AdSense atau Partner iklan lainnya.
  • CPC dan CPM iklan AdSense jeblok – Yang saya alami adalah, jika trafik dari Aplikasi BaBe menggila, maka seperti ada korelasi, rata-rata pendapatan dari iklan Google AdSense menurun. Artinya ada penurunan CPC dan CPM dari iklan AdSense. Ini kemungkinan adalah efek dari trafik yang dinilai berkualitas rendah oleh Algoritma AdSense.
  • Revenue iklan sangat kecil vs Kerugian Biaya Besar – Pendapatan dari sharing revenue iklan di Aplikasi BaBe sangat tidak worthed dibanding bleeding yang diakibatkan pada turunnya pendapatan AdSense dan peningkatan biaya hosting serta seringnya server hosting crashed karena dibanjiri trafik yang tidak bernilai positif bagi revenue blog. Trafik dari BaBe hanya seperti asap candu yang melenakan, tapi tidak memberi mamfaat bahkan merugikan kesehatan blog.
  • Laporan revenue dari dashboard Partnership BaBe bersifat koruptif – Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, ada banyak trafik dan revenue yang tidak dilaporkan di dashboard Partnership BaBe, bahkan makin ke sini, makin sedikit jumlah hari yang ada pelaporannya. Beberapa hari dimana saya cek di Google Analytics ada trafik tinggi dari BaBe, tapi tidak ada laporannya di dashboard. Itu artinya, revenue yang terjadi pada hari itu, menguap entah kemana. Saya pernah mempertanyakan hal ini melalui email, tapi tidak mendapat tanggapan dari BaBe. Tapi saya tidak mau memperpanjang hal itu, karena toh, revenue per harinya juga sangat sedikit, sehingga tidak worthed untuk diributkan.

Trafik dari BaBe hanya seperti asap candu yang melenakan, tapi tidak memberi mamfaat bahkan merugikan kesehatan (blog).

Baca: Pengalaman Pakai Plugin AMP pada Blog WordPress, Untung atau Buntung?

Itulah sharing pengalaman kerjasama BaBe Partnership yang saya alami selama 4 tahun. BaBe adalah News Agregator yang sangat besar di Indonesia, sehingga untuk urusan trafik, tidak perlu diragukan.

Dengan mempertimbangkan untung-rugi terhadap kualitas trafik serta revenue-nya, saya mengambil keputusan untuk menghentikan kerjasama dengan BaBe.

Saya mengirim email pernyataan ingin menghentikan kerjasama pada 22 Februari 2022, dan langsung dieksekusi oleh Admin BaBe Partnership dengan menghapus semua konten dari blog saya di Aplikasi BaBe dan menghentikan Feed yang menyedot konten baru.

Admin BaBe Partnership juga menjanjikan akan membayar pendapatan yang sudah terjadi, walau belum sampai limit pembayaran.

Kesimpulan dan Saran dari Pengalaman Partnership BaBe

Sehingga dapat dikatakan total 4 tahun saya menjadi partner BaBe, namun hanya sekali mencapai paid-out limit. Sangat kecil dan tidak worthed dengan pengorbanan peningkatan biaya hosting yang harus saya tanggung.

Jika Anda ingin blog segera dikenal banyak orang dan mendapatkan trafik besar yang instan, bisa mempertimbangkan untuk join bila mendapat tawaran dari BaBe. Namun jika revenue dan kualitas trafik yang Anda pikirkan, maka Aplikasi tersebut tidak lah tepat.

Jadi, bagi Sobat blogger yang mendapat tawaran kerjasama dari BaBe Partnership, semoga artikel tetang pengalaman Partnership BaBe ini bisa membantu pertimbangan Sobat. Finally, the decision is yours!