Memahami Arti Nama Komponen Sepeda

Arti Nama Komponen Sepeda

Yabdhi.comMemahami arti komponen sepeda – Sepeda adalah kendaraan mekanis yang paling sederhana, karena sumber tenaganya dari kaki pengendara. Sehingga tidak diperlukan struktur mesin yang rumit, melainkan terdiri dari komponen-komponen mekanis saja.

Namun tidak sesederhana itu, sepeda tetap memiliki banyak komponen untuk bisa dikendarai secara normal. Bagi pegowes pro mungkin sudah hafal dengan seluk-beluk komponen sepeda.

Namun bagi pegowes pemula seperti saya, sering mengalami kebingungan mengenai nama komponen sepeda, saat harus browsing untuk membeli komponen tersebut jika rusak atau ingin mencoba tipe komponen berbeda dari yang sudah ada di sepeda.

Untuk lebih memahami nama-nama komponen sepeda, maka saya coba menulis artikel ini, sebagai catatan jika saya lupa. Namun sekaligus bisa bermamfaat bagi Sobat gowesers atau teman-teman yang butuh informasi.

Berikut detil nama-nama komponen sepeda sesuai pengelompokkan berdasarkan fungsi-fungsi besarnya:

Memahami arti nama komponen sepeda - yabdhi
Memahami arti nama komponen sepeda

Frame – Rangka Sepeda

Frame atau Rangka Sepeda merupakan bagian utama yang menopang semua komponen sepeda lainnya. Frame terdiri dari beberapa bagian, yaitu sebagai berikut:

Top-Tube – ini adalah bagian rangka atas yang menghubungkan head-tube dan seat-tube.

Down-Tube – rangka bagian bawah yang mengubungkan head-tube dengan Bottom-Bracket Shell.

Head-Tube – bagian rangka yang menopang komponen setir, yaitu head-set yang menghubungkan setir dan fork.

Seat-Tube – bagian rangka di tengah yang menopang seat-post dan menghubungkan rangka bagian depan dan belakang.

Seat Stay – rangka bagian belakang atas yang menghubungkan sumbu roda belakang dan seat-tube.

Chain Stay – rangka bagian belakang bawah yang menghubungkan posisi sumbu roda belakang dan BB-Shell.

Bottom Bracket Shell – adalah bagian paling bawah dari frame yang menampung Bottom Bracket atau poros gowes.

Rear Suspension – peredam getaran dari roda belakang yang menjadi pemisah utama antara frame bagian depan dan belakang pada sepeda dengan suspensi belakang.

Bagian-bagian frame atau rangka
Komponen frame atau rangka sepeda

Baca juga: Jenis-jenis Sepeda Berdasarkan Peruntukannya

Komponen Setir Sepeda

Handlebar – adalah komponen utama setir sepeda, yaitu bagian yang dipegang lansung olek pengendara. Handlebar juga sering disebut setang dan dashboard, mengingat ini adalah tempat menempel semua komponen pengendalian dan instrumen, semisal tuas rem, shifter, speedometer, bell dan lainnya.

Komponen Setir Sepeda
Komponen Setir Sepeda

Stem – bagian penghubung handlebar dengan headset, berbahan logam yang kuat dan ukuran dan geometrinya berpengaruh pada posisi bekendara goweser.

Headset – ini adalah bagian selanjutnya yang menghubungkan antara stem yang memegang handlebar dengan fork (garpu) yang memegang roda depan. Headset berada di dalam head-tube pada rangka.

Fork – disebut juga garpu karena bentuknya seperti garpu. Komponen ini berperan penting pada setir karena tugasnya menggenggam roda depan dan sekaligus memiliki atau berfungsi sebagai suspensi depan.

Front Suspension – suspensi depan berada pada lengan fork, bisa berteknologi macam-macam, dari sekedar koil spring hingga ke suspensi udara yang canggih dan presisi.

Brake Lever – merupakan tuas rem pada handlebar yang berfungsi dengan ditarik secara mekanis oleh jari-jari pengendara sepeda.

Shifter – komponen pemindah posisi gigi pada drivetrain, biasanya pemindah posisi rantai di chainring berada di sisi kiri dan shifter pada roda belakang di sisi kanan.

Handgrip – merupakan pembalut bagian handlebar yang disentuh langsung oleh tangan pengendara setiap saat. Biasanya berbahan karet atau plastik dengan pola tertentu yang memperkuat pegangan tangan pengendara.

Tempat Duduk

komponen tempat duduk sepeda
komponen tempat duduk sepeda

Saddle – tempat duduk yang sebagian besar berbahan busa. Ini adalah komponen yang bersentuhan langsung dengan tubuh pengendara, sehingga bentuk dan teksturnya sangat menentukan kenyamanan bersepeda.

Seatpost – penghubung saddle dengan frame sepeda yang biasanya bisa diatur posisi dan ketinggiannya.

Seat Collar / Seat Clamp – pengunci posisi seatpost pada frame agar kokoh. Bisa berbentuk baut yang harus dibuka tutup dengan obeng atau kunci-L, atau berupa tuas quick-release.

Roda

Tire – istilah lain untuk ban. Ban pada umumnya berbahan karet dan memiliki ukuran, bentuk pattern (kembangan) dan bahan yang disesuaikan dengan fungsi serta jenis sepeda.

Anatomi Roda dan Detail komponen Hub
Anatomi Roda Sepeda dan Detail komponen Hub

Wheel – komponen yang juga sering disebut velg, yaitu komponen yang menampung ban secara langsung.

Spoke – lebih sering disebut jari-jari sepeda, berupa kawat-kawat baja yang disusun sedemikian rupa untuk menopang velg dan ban serta menghubungkannya dengan poros roda.

Hub / Free-hub – adalah poros roda yang memiliki berbahai komponen lainnya untuk membuat roda sepeda dapat berputar secara stabil, kokoh dan presisi.

Axle (As) – As sepeda adalah bagian paling tengah dari poros roda, terletak di dalam hub dan/atau free-hub, Axle berperan sangat penting menhubungkan rangka sepeda dengan roda.

Thru Axle – jenis as sepeda yang terbuat dari baja padat berulir yang dihubungkan ke frame dengan baut.

Quick Release Axle (QR) – jenis as sepeda yang mudah dibongkar-pasang, sehingga tidak diperlukan kunci untuk melepaskan roda dari sepeda. QR Axle terdiri dari dua komponen, yaitu baja berulir dengan lubang ditengahnya dan skewer yang berada di tengah as untuk memasangkan as pada frame dengan mekanisme pin berpenjepit.

Bearing – adalah bola-bola baja yang berfungsi mengurangi gesekan pada benda berputar, sehingga bisa berputas dengan lancar. Bearing pada sepeda sering disebut gotri, namun ada juga sepeda yang menggunakan sealed-bearing. Bearing di sepeda ada di hub roda, headset, bottom-bracket.

Cup – bagian dari hub roda yang berbentuk seperti mangkok berlubang, fungsinya menampung bola baja gotri (loose bearing), posisinya pada kedua ujung sisi kiri dan kanan hub.

Cone – bagian pada as sepeda yang menempel pada bola bearing, ini adalah komponen yang menopang bola bearing pada as sepeda. Pada hub yang menggunakan sealed bearing , komponen ini tidak diperlukan.

Loose Bearing – jenis bearing dengan bola-bola baja terpisah, dan terbuka. Rumahan bearing jenis ini adalah cup dan cones.

Sealed Bearing – jenis bearing dengan cangkang tertutup, sehingga bola-bola bajanya tidak terlihat. Bearing ini lebih presisi posisi bola bajanya karena telah memiliki cangkang khusus dengan tambahan seal.

Disck Brake / Brake Rotor – Bagian yang menempel pada salah satu sisi hub roda, berupa piringan rem yang akan dijepit oleh kaliper.

Brake Caliper – komponen rem yang berfungsi menjepit disc-brake saat rem diaktifkan. Biasanya terbuat dari bahan asbes atau karet.

V-Brake Pedal – jenis sistem rem sepeda dengan menjepit velg/wheel dengan pedal karet. Ini adalah sistem pengereman sepeda paling jadul.

Drivetrain – Komponen Sepeda

Drivetrain artinya sistem penyaluran tenaga yang menggerakkan sepeda, yaitu menyalurkan tenaga dari kaki pengendara ke roda sepeda. Sistem ini terdiri dari satuan komponen besar, antara lain crankset, cassette, rantai dan sistem pemindah rasio-gigi.

Drivetrain Sepeda - Grupset
Drivetrain Sepeda – Grupset

Crank Set – crankset bisa disebut sebagai komponen utama gowes yang diputar oleh kaki pengendara sepeda, untuk disalurkan ke roda belakang melalui rantai.

Crank Arm – tuas gowes yang menghubungkan pedal dan piringan chainring.

Pedal – bagian yang bersentuhan langsung dengan kaki pengendara, untuk memutar crank set.

Chainring – piringan bergigi pada tepiannya untuk menampung rantai sepeda, piringan ini diputar melalui crank.

Bottom Bracket – as gowes yang menghubungkan crank arm sebelah kiri dan kanan. Komponen ini memiliki bearing untuk bisa diputar secara presisi.

Chain – rantai sepeda yang meyalurkan tenaga dari kaki pengendara ke roda belakang.

Sprocket/Cassette – merupakan kumpulan roda gigi dengan berbagai ukuran yang terintegrasi dengan hub roda belakang, untuk menghasilkan rasio gigi agar sepeda bisa dikedarai dengan mudah saat menanjak atau saat membutukan kecepatan tinggi di jalanan datar.

Rear Derailleur (RD) – set komponen pemindah posisi rantai di gigi belakang (sprocket), untuk menghasilkan rasio gigi yang dibutuhkan pengendara.

Front Derailleur (FD) – set komponen pemindah posisi rantai di chainring, untuk menghasilkan rasio gigi yang dibutuhkan pengendara.

Hollowtech Bottom Bracket – bottom bracket dengan teknologi bagian as gowes belubang, untuk mengurangi bobot sepeda dan efisiensi tenaga dari kaki pengendara. Ini merupakan teknologi baru pada crankset dan telah menggunakan sealed bearing, sehingga harganya relatif lebih mahal.

Square Taper Bottom Bracket (BB Kotak) – bottom bracket dengan as besi padat pada tuas gowes, ujung-ujungnya berbentuk segi-empat sehingga sering disebut “BB Kotak”. Ini merupakan teknologi lama dan masih menggunakan loose bearing, sehingga harganya relatif murah.

Komponen Rear Derailleur (RD)

Unit pemindah gigi atau posisi rantai sepeda cukup rumit dan terdiri dari banyak komponen kecil. Fungsinya secara terintegrasi menempatkan rantai pada posisi yang tepat sejalur dengan roda gigi di cassette/sprocket. Berikut daftar komponen utama dari RD:

  • Upper Knuckle
  • Lower Knuckle (P-Knuckle)
  • Outer Parallelogram Plate
  • Upper Jockey Wheel / Upper Pulley
  • Lower Jockey Wheel / Lower Pulley
  • Wheel Cage Plate
  • Spring
  • Limit Screw

Secara keseluruhan dapat dilihat pada gambar berikut:

Anatomi detil Rear Derailleur
Anatomi detil Rear Derailleur Sepeda

Aksesoris Sepeda

Nama-nama beberapa aksesoris penting sepeda juga perlu diketahui para goweser, agar memudahkan saat akan membelinya, baik secara online maupun off-line.

  • Bottle Holder – Tempat botol air minum, biasanya pada down-tube di frame.
  • Lampu Depan – biasanya menggunakan baterai yang dapat dicas ulang.
  • Brake Light – lampu rem yang akan aktif jika tuas rem ditarik.
  • Rear Lamp – Lampu belakang.
  • Rear Reflector (Mata Kucing).
  • Bell – bel yang berfungsi sebagai klakson pada sepeda. Bisa juga berupa speaker elektronik.
  • Standar (Cagak) – untuk menegakkan sepeda.
  • Speedometer – pengukur kecepatan secara live.
  • Spakbor / Fender – penahan percikan air dari ban, agar tidak mengenai wajah dan bagian belakang tubuh.
  • Chainstay Cover – pelindung frame pada bagian chainstay agar tidak kotor oleh oli rantai atau tergores oleh rantai.

Baca: Aksesoris Sepeda dan Perlengkapan Penting untuk Para Goweser

Itulah nama-nama komponen sepeda yang perlu diketahui para goweser, khususnya goweser pemula. Pengetahuan ini penting saat perlu mengganti komponen, misalnya saat mencari informasi di internet dan membelinya di toko online.

Semoga artikel ini bermamfaat bagi teman-teman gowesers. Jangan ragu untuk berbagi di kolom komentar jika Sobat ada saran atau informasi tambahan, atau sekedar ingin menyapa kami.

Salam Gowes!