7 Karakter Uang Menurut Arli Kurnia, Fahami agar Kamu Dikejar Uang!

Agar Dikejar Uang - Fahami hal ini

Yabdhi.comMemahami Karakter Uang agar Dikejar Uang – Pada Rabu, 5 Juli 2023, jam 20:00 WIB, Coach Arli Kurnia melakukan webinar melalui Zoom Meeting dan Live YouTube dengan judul “FreeCash 300 JutaCara mendapat Modal Usaha Tanpa Riba, Tanpa Utang.

Webinar tersebut diikuti sekitar 1.000 peserta di Aplikasi Meeting Zoom dan sekitar 5.000 peserta yang menonton Live Streaming di YouTube.

Webinar FreeCash Arli Kurnia - Juli 2023
Webinar FreeCash Arli Kurnia – Juli 2023

Saya mengikuti Webinar tersebut karena mengetahui pengumumannya di Instagram sekitar sebulan sebelumnya. Arli Kurnia adalah seorang Coach Business yang seperti magnet kuat bagi pelaku usaha. khususnya pengusaha pemula.

Webinar tersebut sebenarnya merupakan strategi perekrutan peserta Business Coaching berbayar yang lebih serius. Namun saya tidak mengikuti tahapan selanjutnya. Mungkin pada batch selanjutnya saya akan coba ikut.

Dari pembukaan webinar tersebut, saya mendapat poin-poin pelajaran berharga, yang saya kira sangat bagus untuk dibagikan ke khalayak netizen, yakni mengenai 7 karakter uang yang harus difahami semua orang yang ingin dikejar uang.

Beli Buku Profit Maker karya Arli Kurnia:

Beli Buku Profit Maker - karya Arli Kurnia
Beli Buku Profit Maker

Mengapa Kita Tidak Bisa Punya Uang Banyak?

“Tak Kenal Maka Tak Sayang” itu kata Coach Arli membuka webinarnya. Kita tidak mengenal karakter uang, sehingga uang tak sayang pada kita.

Karena hanya tahu, uang sebagai alat untuk berbelanja. Kita terlalu suka uang, terlalu sayang uang, tapi uang tidak mau menyayangi kita, karena kita tidak mengenalnya.

Itulah mengapa banyak orang, seberapa pun penghasilan atau gajinya tetap tidak punya uang di rekening dan dompetnya. Setiap uang yang didapat, dengan cepat pergi lagi. Bahkan uang yang belum didapat pun, sudah ada jalur perginya. Dalam istilah Warren Buffett, itu disebut “Zero Balance“.

Sehingga uang menjadi seolah benda yang begitu besar dan sulit didapatkan, uang menjadi hal yang dikejar mati-matian tapi tetap sedikit didapatkan. Banyak orang hingga tua tetap tidak punya uang dan tidak bisa memenuhi keinginan-keinginannya yang membutuhkan uang besar.

Maka uang memenuhi pikiran dan hati kebanyakan orang yang mengejarnya. Tapi tetap tidak bisa didapatkannya sesuai keinginan dan kebutuhan. Itu semua terjadi karena kita tidak mengenal karakter uang yang sebenarnya.

7 Karakter Uang yang Harus Difahami semua Orang

7 Karakter Uang yang Harus Difahami Semua Orang
7 Karakter Uang versi Arli Kurnia

1. Semakin Lama, Uang Semakin Tidak Terlihat

Awalnya perdagangan dilakukan manusia dengan barter barang, namun itu kurang praktis karena tidak semua orang punya barang yang dibutuhkan orang lain. Maka muncullah emas dan perak yang dijadikan alat tukar atau uang.

Di fase selanjutnya emas dan perak dinilai tidak praktis dan aman untuk dibawa kesana kemari, karena bobotnya berat dan rentan dirampok para kriminal.

Lalu muncullah ide untuk mendirikan Bank. Emas dan perak dititip di Bank, dan Bank menerbitkan catatan resmi/sah atas kepemilikan emas tersebut. Catatan resmi itulah yang dijadikan alat tukar. Jadi catatan itu punya underlying emas fisik yang ada di bank.

Selanjutnya diciptakan uang kertas dan logam yang lebih murah nilainya dari emas, tapi memiliki standar nilai tukar tertentu terhadap emas. Maka makin hilang fungsi emas dan perak sebagai alat tukar.

Uang diperlakukan juga seperti emas dan perak, dititipkan di bank, sebagai gantinya muncul catatan berupa ‘cek’ yang dijadikan alat bertransaksi. Maka orang-orang kaya tidak perlu lagi membawa segepok uangnya kemana-mana.

Pada tahap selanjutnya uang sudah berbentuk angka-angka saja di buku rekening. Bahkan di masa kini, uang hanya berupa angka digital di akun mobile banking, dompet digital, rekening digital, dan lain sebagainya.

Dari urutan tersebut, maka uang makin lama makin tak terlihat dan tak berwujud. Intinya, uang hanyalah angka berapapun jumlahnya. Sesederhana itu, sehingga kita jangan menganggap uang adalah hal yang terlalu berat, agar tidak teralu stress. Tapi jangan juga menganggap remeh uang.

2. Uang Bisa Berpindah dengan Cepat

Di era digital saat ini, perpindahan uang berlansung sangat cepat. Proses perdagangan bisa berlangsung dalam hitungan detik untuk transaksi yang melibatkan uang besar.

Pembayaranan secara digital membuat transfer bisa dilakukan sangat cepat. Sehingga uang di rekening kita bisa dengan cepat kosong, tapi bisa tiba-tiba berisi kembali. Uang datang dan pergi tanpa terlihat fisiknya.

Maka jangan terlalu pusing mikirin uang, jangan mudah stress jika uang habis. Karena asal tahu caranya, angka-angka uang bisa kita kembalikan ke rekening kita. Kondisi ini juga berarti kita harus memiliki strategi agar uang kita tidak cepat berpindah ke orang lain.

3. Money Follow Attention – Uang Mengikuti Hal yang Menarik

Jangan kejar uang! Jika Anda mengejar uang ia akan lari menjauh. Karena uang tidak mau dikejar. Pengejar uang bukanlah hal menarik bagi uang. Uang akan cenderung mengikuti hal dan orang yang manarik.

Anda harus membuat sesuatu yang menarik, atau menjadi orang yang menarik, maka uang akan mengejar Anda. Jika Anda menjadi orang yang tidak menarik, semua serba sekedarnya maka Anda tidak akan disukai uang.

Sebagai contoh, seorang pesohor yang terkenal baik dan indah, akan dikejar uang. Popularitasnya membuat uang berkumpul padanya. Tawaran iklan, endorse, pekerjaan dan lain sebagainya menghampirinya.

Atau barang yang menarik minat banyak orang, akan diserbu pedagang dan konsumen. Nilai jualnya akan bertambah dan banyak orang yang mendapatkan uang karena memperdagangkannya.

4. Semakin Dihitung, Uang Semakin Berkurang

Semakin banyak punya uang, semakin banyak keinginan. Bahkan uangnya belum sampai pun, sudah banyak keinginan pemiliknya untuk belanja.

Jika dihitung-hitung terus, maka akan makin banyak keinginan untuk membelanjakannya. Sehingga makin berkurang jumlahnya di rekening.

Angka uang yang besar di rekening akan cenderung membuat orang menganggap remeh angka tersebut dan akan terus berbelanja selama angkanya masih ada.

Maka aturlah strategi agar uang Anda berubah bentuk menjadi sesuatu yang sulit dicairkan dan tidak lagi dalam bentuk angka yang mudah berkurang. Misalnya diubah bentuk jadi emas batangan, sehingga Anda akan lebih sayang untuk membelanjakannya pada hal-hal remeh-temeh.

Strategi lainnya adalah dengan menunda belanja. Jika berkeinginan membeli sesuatu, misalnya ingin mengganti HP karena sudah ketinggalan, tundalah minimal satu hari untuk berpikir, apakah memang sudah saatnya ganti HP.

Belilah suatu barang, jika barang yang lama benar-benar sudah tidak bisa dipakai lagi. Misalnya kasus HP tadi, teruslah menunda membeli HP baru, hingga HP lama benar-benar tidak bisa digunakan. Sementara dalam masa penundaan itu, buatkan uang Anda bertumbuh.

5. Uang akan Mengejar Value

Value dalam hal ini adalah Sikap (Attitude) dan Keahlian (Skill). Kedua hal tersebut harus ada secara bersamaan, karena jika hanya salah satu, maka itu tidak ber-value.

Contohnya karyawan yang punya value, akan dibayar lebih banyak dari karyawan yang tidak punya value. Value seorang karyawan misalnya, attitude, kejujuran, supel, rapi, teliti, menyelesaikan pekerjaan dengan cerdas, cepat dan tepat.

Pedagang yang jujur, akan lebih dipercaya konsumen, sehingga dagangannya mudah laris. Bahkan apapun yang ia jual, akan diserbu konsumen, meskipun ada banyak orang lain yang menjual barang yang sama. Bukan karena barangnya, tapi karena pedagangnya memiliki value.

Maka bangunlah value anda! Jangan berfokus pada sebesar apa gaji Anda atau secepat dan sebesar apa keuntungan Anda dapatkan. Bangunlah value, maka uang akan mengejar Anda.

6. Semakin Dikejar, Semakin Lari

Makin dikejar uang makin lari menjauh. Contohnya jika Anda mengejar-ngejar konsumen agar membeli produk Anda, maka konsumen itu akan lari. Kontak telpon Anda akan ia blokir, karena calon konsumen itu merasa risih pada Anda.

Maka, kembalilah ke poin no-5. Kejarlah value: Attitude dan Skill. Buat orang membutuhkan Anda, sehingga uang mengejar Anda.

7. Uang  seperti Tanaman, Bisa Gersang – Bisa Subur

Jika penggunaan uang tepat, dia akan subur dan bertumbuh. Tapi jika penggunaan uang pada tempat yang tidak tepat, dia akan menghisab pendapatan kita selanjutnya.

Keputusan keuangan yang salah, akan menyedot keuangan anda. Contohnya hutang kredit, karena ikut-ikutan tren. Ikut tren gonta-ganti HP, gonta-ganti mobil dan seterusnya, lalu membeli barang-barang mewah tersebut secara kredit, maka bunga kredit akan terus menggerogoti pendapatan masa depan Anda.