Mengenang Teman-teman di SMA Negeri 2 Prabumulih, Kelas 3 IPA 1, Sumatera Selatan (1999/2000)

Yabdhi.comNolstagia Teman-teman SMA Negeri 2 Prabumulih – Setelah melewati usia 40 Tahun, daya ingat sudah mulai menurun, padahal di usia ini kebanyakan orang mulai ingin mengenang masa lalu, semisal dengan mendengarkan lagu-lagu kenangan di usia remajanya. Ingatan melayang ke masa sekolah di SMA. Dimana masa itu lebih banyak suasana riang-gembira, tanpa beban, dan banyak yang mengalami jatuh cinta.

Untuk membantu teman-teman di SMA Negeri 2 Prabumulih, Sumatera Selatan, khususnya di kelas 3 IPA-1, aku ingin mendeskripsikan kembali suasana kelas tersebut dan orang-orangnya.

Karena yang paling dekat di ingatan saat usia sekolah adalah saat kelas 3 SMA, maka aku hanya akan membahas teman-teman sekelas di kelas 3 IPA-1. Mohon maaf pada teman-teman di kelas lainnya, karena memori otakku tidak cukup untuk mengingat semua teman-teman seangkatan yang jumlahnya mungkin sekitar 240an orang.

Tapi mungkin artikel ini bisa jadi referensi bagi teman yang suka menulis di kelas lain untuk membuat tulisan yang sama tentang kelasnya.

Yang pertama yang perlu diingat adalah daftar siswa di kelas tersebut. Untuk itu, aku coba membuat denah meja tempat kami duduk dulu di caturwulan terakhir kelas 3.

Terimakasih pada beberapa teman yang telah membantu untuk mengingat denah tersebut dan nama lengkap teman-teman, yakni Winda Nopriyani, Afriyandi Ananta, Jukriansyah, Ferry Ata Saputra, Pili Hardiansyah, Vina Winata, Endang Rosdiansyah dan Bambang Prayitno.

Aku mohon maaf jika ada banyak kesalahan penulisan nama, atau informasi mengenai teman-teman dalam artikel ini. Mohon kesediannya memberitahukan kesalahan tersebut di kolom komentar, atau bisa menghubungi saya melalui WhatsApp di Nomor 081377525527.

Denah Kelas 3 IPA-1, SMA N 2 Prabumulih 1999/2000

Berikut Denah kelas 3 IPA-1 tersebut:

Denah Kelas 3 IPA1 SMA Negeri 2 Prabumulih, Sumsel - 1999-2000
Denah Kelas 3 IPA1 SMA Negeri 2 Prabumulih, Sumsel – 1999-2000

Semoga denah tersebut tidak jauh melenceng dari yang sebenarnya. Jika ada yang kurang tepat, gambar ini akan diganti dengan yang lebih tepat.

Deskripsi Orang-orang di Kelas 3 IPA-1

Berikut deskripsi versiku mengenai orang-orang yang berada di kelas 3 IPA-1 tersebut:

Guru Wali Kelas: Bpk. Hermawan Sri, S.Pd., M.Pd.

Pak Hermawan adalah guru Fisika yang berperibahasa halus dalam mengajar. Tapi dia terkenal garang dalam hal kedisiplinan. Tak jarang kami kena pukul mistar kayu olehnya jika kedapatan ribut di kelas atau melanggar aturan sekolah.

Dalam mengajar, Lulusan FKIP Fisika UNSRI ini suka juga menyelipkan canda tanpa menghilangkan kewibawaannya. Sehingga kami tetap memasang mode waspada, karena ketakutan akan kegarangannya.

Di tahun 2024, Pak Hermawan Sri telah menikmati masa pensiun, setelah resmi mengundurkan diri selaku pengajar Universitas Terbuka di Prabumulih per 1 Januari 2024. Beliau kini tinggal di Desa Lubuk Raman, Kecamatan Rambang Niru, Kab. Muara Enim, bersama 7 orang cucu dari 3 orang anaknya.

Berikut informasi mengenai pendidikan dan karir Pak Hermawan Sri:

NamaHermawan Sri, S.Pd., M.Pd.
Tempat, Tanggal LahirLubuk Raman, 19 Januari 1960
Nama Orang TuaAyah: M. Yasik
Ibu: Cik Yumah
Pendidikan– SD Negeri Lubuk Raman (1973)
– SMP Yayasan Bakti Prabumulih (1976)
– SMA Negeri 26 Palembang (1980)
– D2 IPA UNSRI (1982)
– S1 – Pendidikan Fisika UNSRI (1999)
– S2 – ADM Pendidikan Universitas Negeri Padang (2010)
Pekerjaan1982-1982: Guru SMP Yayasan Bakti, Prabumulih
1983-1984: Guru SMP Negeri Muara Rupit, Kab. Musi Rawas
1984-1987: Guru SMA Negeri Muara Rupit.
1987-2005: Guru SMA Negeri 2 Prabumulih.
2005-2020: Pengawas SMA, Prabumulih.
1 Feb 2020: Pensiun sebagai PNS.
2017-2023: Mengajar di Universitas Terbuka Pokjar Prabumulih.

Deskripsi Teman-teman

Afriyandi Ananta

Teman yang duduk di belakangku ini bercita-cita menjadi Jendral TNI. Gaya jalannya tegap berwibawa, sangat supel, ramah dan berpenampilan selalu rapi. Andi adalah teman yang sering mengajakku menumpang motornya saat pulang sekolah. Jasanya sangat besar padaku, karena membuat aku hemat ongkos angkot.

Dia adalah orang yang pandai bergaul, berada di dekatnya membuat orang introvert merasa nyaman, tapi dia juga bisa bersikap seperti seorang ekstrovert yang menjadi pusat perhatian. Andi adalah teman yang sangat menyenangkan di kelas 3 SMA. Dia selalu membawa vibe optimisme dan kegembiraan berkat gelak tawanya yang menggelegar.

Setelah lulus SMA, Andi kuliah di salah satu Sekolah Tinggi Kesehatan di Palembang. Sepengetahuanku, Andi bekerja di Rumah Sakit Pertamina Prabumulih, menjadi seorang analis Laboratorium. Kemungkinan Dia telah menjadi salah satu Pejabat senior di Rumah Sakit Pertamedika tersebut.

Aji Widodo

Pemuda tampan yang supel dan super gaul ini adalah juara umum seangkatan kami, dari caturluwan-I kelas 1, hingga caturwulan-III kelas 3, dia sangat jenius hingga tak terkalahkan. aku sempat bermimpi ingin mengalahkannya di kelas 3, tapi kukira aku mungkin butuh 10 caturwulan untuk bisa mengalahkannya, itupun jika dia tidak bertambah lebih pintar.

Jika di Sinetron anak sekolah, maka dia layak jadi peran utama yang sangat perfect. Sosok jenius yang low profile, tidak pernah terlihat rajin belajar tapi semua soal seolah mudah baginya. Tampan, keren, gaul, supel, disukai semua teman dan guru, religius, rendah hati, plamboyan menawan tapi tidak genit pada wanita, easy going, kocak, menyenangkan dengan siapa pun dia bercengkrama. bla.. bla.. bla.. tak cukup kata untuk menggambarkan kesempurnaan Aji “The Genius” Widodo.

Hal yang pernah dikeluhkan teman tentang Aji, khususnya kaum hawa, adalah dia terlalu cuek. Saking cueknya, bahkan dia seperti tidak mau berinteraksi dengan wanita. Menurutku, itu karena karekter religiusnya yang agak menghindari lawan jenis. Disitulah letak magnet sang Aji untuk dikagumi dan menjadi lelaki idaman seperti di sinetron atau film anak sekolahan.

Dia bercita-cita jadi pilot, tapi akhirnya sekolah di Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI) yang mencetak engineer pesawat. Aji pernah bekerja di Batavia Air, dan kini di Travira Air sebagai Chief Inspector & Quality AMO, yang sepertinya pada bidang pemeliharaan pesawat pada berbagai maskapai penerbangan di Indonesia. Dia adalah orang yang hebat secara personalitas dan memiliki viskositas otak yang sangat kecil, alias encer sekali.

Bambang Prayitno

Lelaki berwajah manis dengan ketampanan khas orang Jawa ini adalah sosok yang kocak, easy going, dan humble. Duduk satu rombongan dengan Aji, Endang, Novrin, mereka adalah genk solid yang terkadang membuat kegaduhan dengan celetukan nyaring mereka. Bambang adalah anak SMA yang gaul dan punya kepercayaan diri yang hebat.

Aku tidak mengetahui kisah hidupnya setelah lulus SMA, semisal dia kuliah dimana. Kabar terakhir yang kuketahui darinya langsung, berkat terhubung di group WhatsApp SMA, adalah dia kini tinggal di Wonosobo, menjadi pedagang kuliner khas Palembang.

Dudi Rahmadi

Lelaki baik yang serius, namun dia sama sepertiku yang bisa menyesuaikan tergantung dengan siapa dia berbicara. Dudi selalu berpenampilan rapi dan memiliki optimisme yang hebat. Dia tak segan berterus terang tentang gadis mana yang dia taksir. Sosok teman yang suka membantu dan tulus.

Jasa Dudi sangat besar bagiku, karena saat akan mengikuti tes UMPTN di Palembang, kami bisa naik Kereta Api Gratis berkat kebaikan Ayahnya yang pegawai PT KAI. Kemudian kami menumpang di rumah neneknya di Kertapati, Palembang selama 2 hari test tersebut. Mendapat makan gratis dan tempat istirahat yang nyaman.

Dudi kuliah di UNSRI, jurusan MIPA Kimia. Kini dia bekerja di Perusahaan di daerah Cilegon, Banten.

Edi Asroni

Pemuda tampan asal desa Sugih Waras ini berkulit putih mulus, style rambutnya lurus belah tengah sebagaimana sedang trending saat itu. Edi adalah sosok yang kocak dan suka bercanda dengan bahasa kerajaan khas Rambang Kapak Tengah.

Informasi yang kudapatkan dari Jukriansyah, Edi kini tetap tinggal di desanya Sugih Waras, menjadi petani karet.

Endang Rosdiansyah

Pemuda plamboyan dengan gaya rambut menawan. Aku bisa mengingat dia sering merapikan posisi rambut belah tengahnya dengan tangan. Sepertinya dia sangat menyadari bahwa ketampanannya seperti pemuda sampul majalah gaul atau anak band yang modis.

Dia berada satu pojok dengan Novrin, Bambang dan Aji. Para penyuka musik rock dan berpenampilan stylish. Yang kutahu dia adalah sosok periang, elegan dan easy going. Mirip dengan karakter Bambang.

Endang kuliah di Jogjakarta, di STTNAS, Jurusan Teknik Mesin. Kini dia bekerja di Perusahaan Kontraktor Semen Baturaja dan sehari-hari bekerja di wilayah Kertapati, Palembang. Endang tinggal menetap di Kecamatan Plaju, Palembang.

Erwansyah

Siswa yang berwajah Baby Face ini bertubuh kekar, dengan lengan dan tangan yang besar. Dia cute, tapi perawakannya seperti tentara Majapahit yang siap bertempur dengan tangan kosong. Erwan adalah siswa yang cerdas dalam pelajaran eksakta.

Erwansyah cenderung serius, cool dan jarang terlihat tertawa terbahak-bahak. Personalitinya berwibawa dan elegan.

Setelah lulus SMA, Erwan kuliah di Akademi Keperawatan Kesdam Sriwijaya di Palembang. Kini dia telah menjadi salah seorang Perwira TNI yang berpangkat Mayor, berdasarkan informasi dari Afriyandi.

Fauzan Akmal

Lelaki tampan berkumis yang bertubuh tinggi besar, tapi dia tidak memamfaatkan tubuh besarnya untuk membully orang-orang yang bertubuh kecil. Dia kocak, cerdas dan gelak tawanya membahana membuat suasana kelas jadi riang gembira.

Aku mengingat Fauzan sebagai siswa yang cukup unik sejak kelas 2 SMA, karena celetukannya sering terdengar nyaring, dan ketawa terbahak-bahaknya membuat suasana jadi ceria.

Dengan tubuhnya yang semi raksasa, di kelas 3, dia duduk di depanku, hingga aku nyaris tenggelam. Fauzan adalah siswa yang cerdas dalam pelajaran eksakta sehingga kami sering membahas soal matematika dan fisika.

Fauzan berhasil masuk STPDN setelah lulus SMA, kemudian menjadi Lurah di beberapa kelurahan di Prabumulih, menjadi Camat, dan lain sebagainya. Kini Fauzan telah menjadi salah seorang pejabat tinggi di Kota Prabumulih, terakhir yang kudengar hingga awal tahun 2024, dia menjabat Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa.

Ferdi Mardian

Ferdi adalah sosok yang berwibawa. Dia telah kukenal sejak SMP sebagai siswa yang cerdas dalam pelajaran, hingga sering ranking kelas. Di kelas 3 SMA pun, dia selalu masuk dalam ranking 5 besar.

Dia adalah sosok yang cool, jarang tertawa terbahak-bahak, jika ada hal yang lucu dia lebih cenderung tersenyum saja. Semestinya dia tipe laki-laki idaman kaum wanita, karena sikapnya yang elegan.

Ferdi dan aku mengajukan proposal untuk masuk Universitas tanpa tes ke Universitas Diponegoro, Semarang. Namun hingga kami tamat SMA, tak ada balasan surat dari UNDIP atas proposal kami apakah diterima atau ditolak, padahal teman-teman yang mengajukan proposal ke Universitas lain mendapat balasan baik diterima atau pun ditolak.

Aku tidak mengetahui pasti, Ferdi kuliah di mana. Kabar yang kudengar dia di Diploma 3 UNDIP, atau di Diploma 3 ITB jurusan Teknik Elektro. Mengenai karir pekerjaannya hingga artikel ini kutulis, aku belum mendapat informasi pasti, namun ada kabar bahwa dia sekarang menjadi ASN di kota Prabumulih.

Ferry Ata Saputra

Lelaki tampan bertubuh tegap dan berotot. Atak begitu macho dengan wajah seperti Chinese-nya dan bentuk tubuh atletisnya. Jika main film, dia cocok memerankan peran utama film kungfu.

Kenangan tak terlupakan dengan Atak adalah di masa-masa terakhir sekolah, saat menunggu pengumuman kelulusan, kami bermain bola di halaman sekolah dan Atak menarik bajuku yang sudah mau lapuk hingga koyak besar di bagian belakang. Kejadian itu di-mention oleh Bu Tien Maritini (guru Biologi), bahwa itu akan menjadi kenangan tak terlupakan di masa depan. Dan benar saja, kenangan itu kutulis di artikel ini.

Atak pernah bekerja jadi tenaga keamanan di Pertamina Limau, Muara Enim. Yang kutahu terakhir dia menjadi seorang pedagang di Pasar Prabumulih.

Hendrik Sumantri

Hendrik adalah siswa yang bertubuh paling tinggi di kelas kami, hingga kami menyebutnya “Satang” (alat untuk mengambil buah dari pohon). Dia selalu menjadi pemimpin upacara jika kelas kami jadi petugas upacara bendera di senin pagi.

Dulu aku membayangkan dia akan menjadi seorang Perwira TNI atau Polisi, karena Hendrik sangat berwibawa, cool, pintar dan humble. Sosoknya menyenangkan dan mengayomi. Leadershipnya telah terlihat sejak kelas 1 SMA, maka itulah dia selalu menjadi Ketua Kelas.

Hendrik adalah raja di angkatan kami, karena dia menikahi seorang ratu angkatan kami. Dia menikah dengan Ririn yang selalu menyabet ranking 2 umum di tiap caturwulan. Kisah cinta mereka mungkin adalah yang terindah di angkatan kami, karena terus berlanjut dari SMA hingga menikah.

Hendrik kuliah di UNSRI, Jurusan Teknik Pertambangan. Jika tidak salah, kini dia bekerja di Perusahaan Tambang Batubara di Kalimantan.

Heni Pronika

Gadis cantik berkulit putih mulus yang murah senyum. Heni adalah sosok yang ramah, pemalu dan cukup pendiam. Bersama genk-nya di pojok kanan depan, yakni Susi, Sri, Wika, Lily dan Juni, dia lebih banyak duduk di kursinya dan tidak berlari-larian ke meja siswa lain.

Heni kini telah menjadi ASN tenaga kesehatan di Rumah Sakit Umum Prabumulih. Dia adalah lulusan Akper Depkes Lampung.

Ida Rasuani

Dari namanya Rasuani, jelas Ida berasal dari suku Komering. Cewek berwajah manis dan bertubuh berisi ini ramah dan anggun. Dia tidak heboh, pembawaannya tenang selayaknya gadis yang disukai banyak pria.

Ida kuliah di Universitas PGRI Palembang, Jurusan Pendidikan Matematika, setelah lulus SMA. Kini dia tinggal di Palembang, dan menjadi ASN guru di salah satu SMP Negeri di Palembang.

Indah Sari Dewi

Sosok gadis periang yang selalu memberi vibe kegembiraan. Dia sangat lincah, penuh percaya diri, dan ceplas-ceplos. dapat dibilang, Indah adalah cewek yang tomboy. Ada dia dalam percakapan membuat suasana jadi heboh.

Indah kini tinggal di kecamatan Empat Petulai Dangku, tidak jauh dari tempat tinggalku yang di Perumahan PT TEL. Dia melanjutkan pendidikan ke Akademi Kebidanan di Muara Enim setelah lulus SMA, dan kini bekerja menjadi ASN Tenaga Kesehatan.

Iskandar

Seingatku, Iskandar adalah cowok yang cukup tampan dan berkulit agak gelap. Aku tidak begitu mengenal karakternya. Namun dia bukanlah orang yang terlalu pendiam, walau cenderung serius.

Aku tidak mengetahui mengenai pendidikannya setelah lulus SMA dan karir pekerjaannya.

Jukriansyah

Sosok pendiam yang sangat kalem, sehingga aku cukup kesulitan mengingat Jukri. Aku tidak bisa menggambarkan karakternya. Namun seingatku dia berwajah cukup tampan.

Jukri mengaku tetap tinggal di desanya, Sugih Waras dan menjadi petani karet.

Juni Darmiati

Gadis anggun yang menawan hati banyak lelaki. Kecantikannya bak blasteran Melayu dan Eropa. Beberapa teman mengatakan dia mirip orang Barat (Eropa). Kulitnya putih kemerahan, wajahnya panjang, rambutnya lurus tergerai hitam kekuningan, alisnya tipis seperti dilukis, bibirnya merah muda agak tebal. Senyumnya indah membuat hati para lelaki yang memandangnya meleleh.

Aku membayangkan bahwa Juni di masa SMP dan SMA mirip dengan beberapa artis Holiwood semisal Kate Winslet (Rose di film Titanic), atau Milla Jovovich (Peran utama di film Resident Evil dan Afterlife).

Juni memiliki banyak pengagum rahasia. Beberapa teman mengungkapkan padaku bahwa mereka naksir berat pada Juni, jauh setelah lama lulus SMA. Aku adalah pengagumnya yang tidak rahasia, karena kekaguman itu ku umumkan dengan memanggilnya dengan sebutan “Istriku” saat kelas 3 SMA. Terkadang dia kesal dengan panggilan itu, hingga memukul bahuku.

Aku telah mengenal Juni sejak SMP, dan aku sekelas dengannya di kelas 1 SMA bersama Hendrik dan Winda. Dia adalah gadis cantik yang low profile dan humble, tidak pernah terlihat tertawa terbahak-bahak, elegan dan baik hati. Juni cantik tak hanya pada parasnya, tapi sikap anggun dan perilakunya juga sangat mempesona. Dia tak segan berbagi makanan yang ia bawa. Aku terkadang mencuri makanannya yang sedang ia makan di hadapannya, tapi dia tidak marah padaku.

Setelah lulus SMA, Juni kuliah di Sekolah Tinggi Keperawatan di Palembang, kemungkinan adalah STIK Bina Husada. Kini Juni telah menjadi ASN tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Prabumulih. Juni menikah dengan teman SMP kami, pemenang hati gadis pujaan banyak lelaki itu adalah, seorang lelaki yang tampan, pendiam dan cool.

Lily Astuti

Gadis berperawakan tinggi yang sering jadi petugas pengibar bendera. Lily adalah gadis berwajah manis yang cukup pendiam. Dia duduk di pojok kanan depan di antara teman-temannya yang pendiam. Pembawaannya kalem dan berwibawa.

Aku tidak mendapat informasi mengenai pendidikan Lily setelah lulus SMA. Lily kini tinggal di Prabumulih.

Uchi Vitisca

Siswi berkacamata bundar yang akrab kami panggil Uci ini berasal dari Desa Lubuk Raman, wilayah Kabupaten Muara Enim. Dia adalah gadis pendiam yang pintar. Pembawaannya tenang, cenderung pendiam dan tidak banyak ulah.

Aku tidak mengetahui kabar mengenai dia kuliah dimana setelah lulus SMA, atau apakah dia bekerja atau menjadi ibu rumah tangga saja. Dia seperti tenggelam menghilang setelah kami tamat SMA.

Marinda Dwi Aprilia

Sosok gadis yang anggun dan pendiam ini akrab dipanggil Lia. Tidak banyak bicara, low profile dan sedikit misterius. Aku sekelas dengan saudara kembarnya di kelas 2, yang akrab dipanggil Linda.

Setelah lulus SMA, Lia kuliah di Universitas PGRI Palembang, kini dia menjadi ASN Guru di SMP Negeri 4 Prabumulih.

Muhammad Novrin

Pemuda berwajah dan berperawakan macho ini terlihat sangat jantan. Novrin adalah pria yang semestinya membuat banyak wanita tergila-gila padanya, karena tampilan dan bahasa tubuhnya yang sangat maskulin, hingga dia cocok menjadi bintang iklan produk ketampanan lelaki. Dia pandai bergitar dan suka menyanyikan lagu-lagu rock. Wajah maskulin dan hobinya bermusik mengingatkan aku pada Franky Sahilatua.

Sepertinya Novrin kini menjadi ASN. Di akun Facebooknya, Novrin mengaku kini tinggal di Kota Bandung. Aku tidak mengetahui setelah lulus SMA dia kuliah di mana.

Mujahiddin

Pemuda keturunan Arab yang setampan kaum sultan. Teman yang akrab kami panggil Menex ini adalah sosok pacar yang setia pada kekasihnya. Dia adalah teman yang paling sering terlihat berjalan berdua seperti pengantin dengan pacarnya saat pulang sekolah.

Penyuka barang antik ini juga sangat supel dan sosok yang menyenangkan. Semua hal menjadi lucu jika ada Menex dalam percakapan, seakan wajahnya terus tersenyum sepanjang hari layaknya Joker.

Rumah Menex berada di pusat keramaian Kota Prabumulih, sehingga sering menjadi base camp teman-teman berkumpul. Aku bahkan sering mengunjungi rumahnya, mengganggu waktu tidur siangnya, saat aku akan kursus Bahasa Inggris yang lokasinya di dekat rumahnya.

Kini Menex bekerja di PT Pertagas Niaga. Dia adalah lulusan Jurusan Kelautan, fakultas MIPA UNSRI.

Mulyadi

Teman semeja dengan ku yang tidak pernah berganti. Mulyadi adalah sosok pendiam dan serius. Dia tak banyak bercanda, tulus dan baik hati.

Mulyadi kini menjadi ASN Tenaga Kesehatan di Rumah Sakit Umum Prabumulih. Aku tidak mengetahui Mulyadi melanjutkan pendidikan dimana setelah lulus SMA.

Neni Triana

Neni adalah gadis yang modis, berkulit putih, rambutnya keriting besar. Sosok yang sangat percaya diri, cenderung serius dan sikapnya terlihat dewasa.

Sepengetahuanku Neni menikah tak lama setelah lulus SMA. Kini dia menjadi salah seorang Crazy Rich Lubai, karena menjadi seorang pedagang furniture yang sukses di wilayah Lubai, kabupaten Muara Enim.

Oktario

Aku telah mengenal Okta sejak SMP, dia kuketahui sebagai siswa yang sering ranking 3 besar di SMP. Lelaki tampan berkulit putih asal Kota Indralaya ini punya modal kegantengan level artis untuk memikat kaum wanita. Wajahnya model cover majalah yang menawan, berkulit putih mulus dan style rambut yang mempesona. Kita bisa membayangkan sosok artis Korea di masa kini.

Ketampanan itu bertambah megah dengan motor Vespa berwarna birunya. Tapi dengan segala kegantengan itu, dia tetaplah jomblo sejati. Penyuka pelajaran eksakta ini low profile walau dia menyadari kegantengannya di atas rata-rata.

Aku masih ingat saat awal kuliah di UNSRI dia berkata padaku, “Saat kuliah, aku ingin punya pacar, masa seganteng ini aku belum pernah punya pacar yan.” Aku tak bisa menahan gelak tawa terbahak-bahak mendengar cita-citanya itu.

Pertemananku dengannya hingga aku dekat dengan orang tuanya, karena sering mengunjungi rumahnya, begitu pun Oktario juga sering main ke rumahku.

Pertemanan itu berlanjut di masa kuliah, karena aku menumpang di rumahnya di Indralaya pada tahun pertama kuliah, sehingga aku juga dekat dengan semua saudaranya.

Oktario yang kuliah di Jurusan FKIP Fisika UNSRI, kini menjadi seorang ASN guru Fisika di salah satu SMA Negeri di Kabupaten OKI, Sumsel.

Pili Hardiansyah

Pemuda bertubuh tegap dan kekar, bahasa tubuhnya seperti seorang tentara. Pili adalah orang yang elegan, cenderung serius dan tak banyak bicara.

Lulusan Teknik Mesin UNSRI ini kini menjadi Wartawan di kabupaten Muara Enim, Sumsel.

Puspito Risda

Sosok periang yang kocak, di pojok sayap kiri dia sering membuat kehebohan dengan Menex. Pemuda berkulit putih yang easy going, dan periang.

Seingatku, teman yang akrab dipanggil Aris ini pernah bercerita bahwa dia pernah bekerja di klinik PT TEL, dan pernah juga bekerja menjadi tim Kesehatan club Sepak Bola, Sriwijaya FC.

Putu Helmiku

Wajah Putu bisa kuingat dengan jelas, walau cukup lama aku mengingat namanya. Dari namanya sudah jelas dia berasal dari Bali.

Seingatku Putu adalah gadis yang cenderung serius, tapi dia cukup supel.

Berdasarkan keterangan di akun Facebooknya, Putu Kuliah di Unisri Surakarta, dan dia kini menjadi guru di salah satu SD Negeri di Prabumulih.

Ratih Kumala Dewi

Gadis cantik yang agak big size. Aku ingat dia adalah satu-satunya teman cewek yang rambutnya dipirang sebagian, di kelas 3. Kecantikannya cenderung manis. Ratih adalah gadis yang elegan dan tidak banyak bicara.

Yang pernah kuketahui Ratih menjadi sosok muslimah berhijab besar dan menggunakan cadar. Aku tidak mengetahui mengenai pendidikannya setelah lulus SMA dan karir pekerjaannya.

Rini Ariyanti

Rini adalah siswi bertubuh paling tinggi di kelas kami. Dia adalah pengibar bendera dan anggota pasukan Paskibra.

Rambutnya panjang lurus, wajahnya manis dan sikapnya elegan. Cenderung tak banyak bicara dan serius. Sama seperti teman semejanya, Ferdi Mardian.

Aku tidak mendapat informasi mengenai pendidikannya setelah lulus SMA, dan tentang kehidupannya di masa kini.

Rinil Dayat

Sosok pendiam yang elegan, Rinil tidak banyak bicara, cool dan cenderung serius. Dia adalah tipe cowok yang tidak tertawa terbahak-bahak. Jika ada hal yang lucu, dia hanya tersenyum lebar layaknya orang yang ramah. Senyumnya manis dan semestinya dia adalah tipe cowok yang disukai kaum hawa karena ketampanan dan indah perilakunya.

Rinil melanjutkan pendidikannya di STIKES Al Ma’arif Baturaja dan STIK Bina Husada, Palembang. Kini Rinil telah menjadi ASN tenaga kesehatan di RSUD Prabumulih.

Rona Ria Zulhidayani

Gadis tomboy yang cantik, berkulit putih dengan gaya rambut selalu pendek seperti anak laki-laki. Rona adalah sosok selebritas di kelas 3 IPA-1. Perilakunya mirip dengan Indah Sari Dewi yang periang, suka membuat kehebohan, dan sangat percaya diri.

Dia adalah siswi yang seperti tidak punya rasa takut pada guru yang paling pemarah sekalipun. Aku pernah ingin memiliki rasa percaya diri seperti Rona yang seolah selalu tanpa beban.

Rona kuliah di Universitas Muhammadiyah Palembang, jurusan teknik elektro. Dia kini memiliki karir pekerjaan yang cemerlang di perusahaan Leasing. Dia telah menjabat menjadi Kepala Cabang perusahaan tersebut di beberapa Kota.

Sarjono Hadi Putra

Ahli kungfu yang tubuhnya seolah tidak bisa disentuh jika sedang beradegan laga. Dia sangat suka menunjukkan kepiawaiannya dalam ilmu bela diri. Tubuhnya kekar dan keras, wajahnya lebih banyak serius dan penuh optimisme. Dia seperti sosok tentara kerajaan yang selalu siap berperang membela kebenaran.

Dengan kemampuan bela diri itu, kami tak pernah mendapatinya berkelahi di sekolah. Itu berarti emosinya terkendali dengan baik. Namun aku tak berani terlalu banyak bercanda dengan Sarjono, karena dia tergolong orang yang serius. Jika dia tersinggung, bisa-bisa bonyok wajahku kena tendangan mataharinya.

Sarjono kuliah di Universitas Pembangunan Nasional “Veteran” Yogyakarta. Aku tidak mengetahui mengenai pekerjaan Sarjono saat ini.

Sri Wahyuni

Aku cukup lama kesulitan mengingat sosok Sri, namun akhirnya berhasil kuingat berkat bantuan informasi dari Vina Winata. Seingatku, Sri bertubuh kecil dengan wajah manis khas orang jawa. Dia adalah gadis pendiam yang duduk di pojok depan paling kanan, semeja dengan Susy.

Aku tidak megetahui mengenai pendidikan Sri setelah lulus SMA dan karir pekerjaannya.

Susy Febriany

Susy adalah gadis pendiam yang memiliki ciri fisik yang khas, sehingga mudah diingat. Rambutnya keriting panjang, kulitnya cenderung putih, dan bibirnya cukup tebal. Dia tak banyak ulah dan jarang terlihat beranjak dari kursinya.

Setelah lulus SMA, Susy melanjutkan kuliah di Diploma-3 UNSRI, kemudian melanjutkan S1 dan S2 juga di UNSRI. Susy kini telah menjadi ASN di Pemerintahan Kota Prabumulih.

Teguh Budi Santoso

Lelaki berparas tampan khas orang Jawa yang berkumis tipis dan bertubuh kekar. Teguh adalah orang yang kocak, membawa vibe keceriaan dan suka bercanda. Dia adalah siswa yang pintar dan selalu masuk rangking 5-besar. Dalam percakapan yang ramai, teguh sering membuat kehebohan dengan canda tawanya.

Setelah lulus SMA, Teguh kuliah di Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, Jurusan Farmasi. Pernah bekerja menjadi Apoteker, kemudian HSE Officer di Nindya Karya, kini Teguh menjadi seorang Section Head di PT Berca Mandiri Perkasa.

Tris Wiyanto

Pemuda yang rendah hati asal desa Sugih Waras ini duduk di kursi paling belakang di barisan kedua dari pintu kelas. Tris adalah sosok yang cenderung pendiam di kelas, tapi di lingkungan pergaulan sesama anak petani seperti saya, dia cukup heboh dan suka bercanda.

Berdasarkan pengakuannya sendiri padaku, sekarang dia tetap tinggal di desa Sugih Waras dan menjadi petani karet.

Uswatun Hasanah

Sosok wanita shalihah di kelas kami. Dia dan Yulianti adalah dua orang gadis yang menggunakan hijab saat hijab belum lazim di kalangan siswa. Uswatun Hasanah lebih sering kami panggil dengan nama kecilnya Yaya’, dia punya saudara kembar di kelas lain bernama Uswatun Fadliah yang dipanggil Lili’.

Dia adalah gadis yang manis dan berperilaku sangat baik, tidak banyak ulah dan anggun dengan hijabnya.

Setelah lulus SMA, dia lolos tanpa tes di Universitar Negeri Yogyakarta, jika tidak salah pada jurusan keguruan. Jika tidak salah, dia kini melanjutkan mengurus sekolah Swasta yang didirikan oleh Ayahnya, yaitu SMP dan SMA Tunas Bakti, di Prabumulih.

Vina Winata

Vina adalah gadis berwajah manis yang periang. Dia berkarakter lugu, humble dan bisa berteman dengan siapa saja.

Gadis manis asal Jambi ini kuliah di Akper Kesdam II Sriwijaya, Palembang dan kini bekerja menjadi tenaga kesehatan di salah satu Puskesmas di Kota Prabumulih.

Wika Herdi Astuti

Gadis berhidung mancung dan rambut keriting panjang. Dia tergolong pendiam tapi tak terlihat lugu. Dia baik, tidak banyak ulah dan rendah hati tentunya.

Seingatku, Wika melanjutkan pendidikannya di Akper Kesdam II Sriwijaya Palembang, sama seperti Erwansyah dan Vina. Aku tidak mengetahui pasti mengenai karir pekerjaannya.

Wika Novitasari

Gadis bertubuh kecil yang hitam manis. Sama seperti Susi, dia cenderung pendiam dan lebih suka duduk manis di kursinya bersama genk di pojok kanan depan. Aku tak bisa mengingat karakternya, tapi pastinya dia orang yang baik dan humble.

Wika kuliah di Stikes Alma’arif Baturaja, D3 Ilmu Keperawatan, kini dia telah menjadi ASN tenaga kesehatan di Kota Prabumulih.

Winda Nopriyani

Winda adalah gadis yang introvert. Dia telah sekelas dengan ku di kelas 1 SMA. Gadis yang rendah hati, terkadang lucu dan wajah manisnya mudah diingat.

Dia adalah gadis yang baik, suka membantu dan bisa ikut bercanda dalam percakapan. Winda kini menjadi wirausaha dengan berdagang di Kota Prabumulih.

Yayan Abdhi

Walau berat, tapi aku harus mendeskripsikan diriku sendiri menurut versiku sendiri yang kala itu minderan alias kurang percaya diri. menurutku, aku adalah sosok yang introvert, tapi bisa mengikuti vibe apapun yang dibawa teman bercengkrama. Dengan orang pendiam, aku ikut jadi pendiam tapi dengan orang periang seperti Andi, Menex dan Fauzan, aku bisa ikut jadi periang. Tapi aku lebih suka berada di antara teman-teman yang periang saat kelas 3 SMA.

Aku adalah bocah petualang yang bertubuh kurus ceking, lusuh dan bermuka kusut karena sering tersengat panas matahari saat bersepeda ke kebun dan membantu orang tua menyadap karet di wilayah Talang Djimar. Tiap hari senin, kuku-kukuku masih berbau getah karet yang busuk dan tak jarang masih ada sisa getahnya.

Aku dikenal guru-guru sebagai siswa yang cukup pintar karena mungkin mereka terkesima pada tampilan ku yang berkaca mata. Padahal menurutku, aku tidaklah pintar, aku tergolong lamban dalam belajar. Namun karena aku anak rumahan dan tidak ada TV di rumah, maka aku tidak punya kegiatan selain belajar. Aku jadi rajin belajar karena terpaksa dan karena tidak suka hang out di masa SMA. Aku adalah orang yang kurang asyik dan tidak memperhatikan penampilan, hingga mungkin cenderung terlihat lusuh.

Setelah lulus SMA, aku diterima kuliah di UNSRI, Jurusan Teknik Kimia. Kini aku bekerja menjadi seorang Kuli Pabrik Bubur Kertas di wilayah Muara Enim, Sumsel, setelah sebelumnya melanglang buana di Ibu Kota jakarta, Riau, Serpong Tangerang dan menginjakkan kaki di berbagai daerah di pulau Jawa, Sumatera dan Kalimantan.

Yessy Anggraini

Yessy adalah gadis yang sangat periang. Tawanya yang heboh menggelegar membuat suasana selalu riang. Seingatku dia mudah tertawa jika ada hal yang lucu, bahkan dengannya semua hal seperti lucu saja.

Gadis yang gaul dan bisa bercengkrama dengan siapa saja. Dia menularkan vibe yang ceria dan riang gembira.

Aku tidak mengetahui mengenai pendidikannya setelah lulus SMA, dan apa karir pekerjaannya. Dia adalah teman yang seperti tenggelam setelah lulus SMA, mungkin karena dia tidak aktif di Sosial Media.

Yulianti

Yuli adalah sosok wanita berhijab di kelas kami. Dia sangat pendiam dan tak banyak ulah. Aku tidak begitu mengenal karakternya saking jarangnya berinteraksi dengan dia. Yuli jarang beranjak dari kursinya.

Aku tidak mendapat informasi mengenai pendidikan lanjutan Yuli setelah lulus SMA, dan juga tidak tahu bagaimana kehidupannya saat ini.


Demikianlah yang bisa kuingat tentang teman-teman di kelas 3 IPA-1, SMA Negeri 2 Prabumulih, Sumsel. Mereka adalah orang-orang baik yang pernah memasuki lembaran sejarah hidupku.

Semoga kehidupan mereka semua penuh keberkahan dari Tuhan dan dalam keberlimpahan rasa syukur.

Saya mohon maaf jika ada informasi yang tidak tepat dalam tulisan ini. Silahkan tinggalkan saran dan pesan di kolom komentar artikel ini untuk meluruskan informasi atau sekedar menyapa.

Wallahu’alam.