Pengalaman Nabung di Bibit, Bisa Beli Sepeda Baru dengan Uang Sedikit!

nabung di bibit beli sepeda untuk berhemat

Share

Yabdhi.com – Sharing Pengalaman Nabung di Bibit – Sepeda adalah barang yang cukup mahal, yaitu sekitar setengah dari harga sepeda motor untuk sepeda kelas menengah, yang biasanya digunakan para goweser yang menjadikan aktifitas bersepeda sebagai olahraga rutin.

Bahkan untuk sepeda kelas menengah ke atas, harga sepeda sudah selevel atau lebih mahal dari sepeda motor, yaitu belasan hingga puluhan juta rupiah.

Sehingga membeli sepeda akan menguras tabungan atau setidaknya bagi yang nekat membeli secara kredit, itu akan menambah pengeluaran bulanan cukup besar dalam waktu yang cukup lama.

Membeli barang secara kredit adalah cara instan untuk segera mendapatkan barang dengan uang muka yang jauh lebih sedikit dari harga barang tersebut, namun memiliki risiko keuangan di masa depan.

RajaBackLink.com
Polygon Xtrada 5 - Front
Polygon Xtrada 5 – Front

Risikonya adalah total uang yang dikeluarkan untuk membeli barang tersebut jadi jauh lebih besar dari harga sebenarnya. Artinya, praktek ribawi tersebut menimbulkan kerugian besar pada kita sebagai konsumen.

Kerugian itu adalah hukuman dari ketidaksabaran untuk memiliki barang. Namun sebenarnya itu lebih berbahaya, karena cara instan tersebut bersifat candu yang menyebabkan ketagihan.

Alhasil umumnya pecandu kredit dililit hutang kredit berkepanjangan hampir seumur hidupnya, karena semua barang dia beli secara kredit.

Solusi Non-Kredit Membeli Barang dengan Uang Lebih Sedikit

Namun ada cara membeli barang dengan jumlah uang lebih sedikit dari harga barang tersebut. Ini adalah kebalikan dari cara kredit, namun memerlukan kesabaran tingkat tinggi.

Solusi tersebut adalah menabung di platform investasi reksadana terpercaya, seperti Bibit. Karena aplikasi tersebut memiliki fitur pengaturan program keuangan dengan fortofolio terpisah, semisal untuk membeli mobil, membangun atau membeli rumah, hingga tabungan pensiun.

Kita bisa menargetkan berapa uang yang ingin kita kumpulkan untuk membeli barang dan dalam jangka waktu berapa lama kita menabung.

Fitur Robo pada aplikasi Bibit akan menghitung berapa uang yang harus kita tabung tiap bulan. Biasanya jika ditotal, uang yang ditabung bulanan itu akan lebih sedikit dari jumlah total uang yang kita targetkan.

Pengalaman Nabung di Bibit untuk Beli Sepeda

Sebagai contoh, saya berencana membeli Sepeda MTB, Polygon Xtrada yang sekarang berharga Rp 7 Jutaan. Saya membuat fortofolio tabungan di Bibit dengan target Rp 7 juta dalam setahun.

Setelah dihitung oleh Robo Bibit, saya disarankan menabung Rp 510.000 per bulan dengan profil risiko rendah, yaitu pada score risiko 4.

Bibit menyarankan saya untuk membagi tabungan dalam 3 jenis reksadana, yaitu Reksadana Pasar Uang 18%, Reksadana Obligasi 69% dan Reksadana Saham 13%.

Jika saya hitung, uang total yang harus saya tabung selama setahun adalah Rp 510.000 x 12 = Rp 6.120.000. Artinya saya akan untung sekitar Rp 880.000 untuk mencapai jumlah tabungan Rp 7.000.000.

Rekomendasi Robo Bibit
Rekomendasi Robo Bibit

Jika Sobat tertarik menabung di Bibit, bisa mendownload Aplikasi Bibit di Smartphone melalui link berikut: Bibit_yabdhi.

Dengan mendownload Bibit melalui link tersebut, Sobat bisa mendapatkan cashback saat mulai berinvestasi (minimal Rp 200.000). Sobat hanya perlu meng-input kode referral saya saat menginstall Bibit di smartphone. Kode referral tersebut adalah “yabdhi“.

Jika Membeli secara Kredit?

Sebaliknya jika membeli secara kredit, untuk mendapatkan barang dengan harga Rp 7 juta, saya harus membayar uang muka sekitar Rp 1 jutaan. Lalu mencicil sebesar Rp 630.000 per bulan atau jika ditotal jadi sekitar Rp 8,6 jutaan.

Perbedaan dari kedua cara tersebut adalah kapan saya mendapatkan sepedanya. Jika menabung di Bibit saya butuh menunggu setahun. Dengan cara instan kredit, saya bisa segera membawa pulang sepeda dengan uang Rp 1 juta.

Tapi dengan cara kredit, saya harus membayar sepeda itu lebih mahal dari seharusnya dan saya akan dihantui rasa berdosa karena membeli barang secara ribawi.

Sementara dengan menabung di Bibit berplatform reksadana syariah, saya akan merasa lebih tenang. Karena tambahan uang yang saya dapatkan dari bagi hasil investasi tersebut adalah dari Perusahaan-perusahaan yang bebas praktek ribawi.

Agar lebih aman, saya tidak menaruh uang di reksadana pasar uang yang cukup mengandung subhat dan memilih reksadana obligasi dan saham yang tidak ada investasi di Bank, meskipun berlabel bank syariah.

Progres Menabung di Bibit untuk Beli Sepeda setelah 3 Bulan
Progres Menabung di Bibit untuk Beli Sepeda setelah 4 Bulan

Wrap up

Demikian sharing pengalaman nabung di Bibit yang menurut saya merupakan cara cerdas untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan, baik jangka singkat apalagi jangka panjang.

Kuncinya adalah bersabar menabung dan menghentikan keinginan mendapatkan barang secara instan dari godaan kredit dan lising.

Cara ini bisa dipraktekkan untuk tujuan keuangan lainnya. Misalnya untuk menyiapkan kebutuhan masa depan seperti biaya pendidikan anak, membangun rumah, atau membeli barang seperti mobil dan sepeda motor, atau barang-barang lainnya.

Segera download Aplikasi Bibit dan mulai menabung! Klik link Bibit ini untuk mendapatkan cashback saat mulai berinvestasi di Bibit.

Selamat mencoba!

Bocah kumal di pedalaman Sumatera, suka membolang tapi tak punya banyak waktu luang. "Just an ordinary guy, with ordinary dreams."

2 Responses

  1. Amir berkata:

    aku juga sudah mulai konsisten nabung di bibit. Artikel yang menginspirasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *